WAYAU (15/07/2026)– Areal persawahan Baruh Mambari di Desa Wayau, Kecamatan Tanjung, seketika menjadi panggung optimisme baru bagi masa depan pertanian bumi Saraba Kawa. Sinergi lintas pemerintah secara nyata dihadirkan dalam aksi Tanam Perdana Padi Sawah di Lahan Cetak Sawah Rakyat guna mendongkrak produktivitas pangan sekaligus memastikan kesejahteraan masyarakat lokal.
Suasana di lapangan berlangsung khidmat dan penuh keakraban saat Bupati Tabalong bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) termasuk Kapolres Tabalong, perwakilan DPRD, Kodim, dan dinas terkait tidak ragu untuk turun langsung ke kubangan lumpur sawah. Sembari memegang bibit padi hijau yang siap tanam, para pejabat daerah ini bahu-membahu bersama petani menancapkan tunas-tunas harapan baru, menandai dimulainya musim tanam serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat di Desa Wayau.
Momentum ini kian berkesan dengan hadirnya dukungan besar dari tingkat provinsi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel resmi mengucurkan bantuan dana fantastis senilai Rp 1.339.855.600,- untuk Kabupaten Tabalong. Dana stimulan tersebut dialokasikan secara khusus ke dalam dua sektor krusial, yakni Seksi P3TP sebesar Rp 767.405.000,- dan Seksi Serealia sebesar Rp 572.450.000,- guna memperkuat pengadaan benih unggul serta modernisasi alat mesin pertanian.
Di tengah riuh acara, Bupati Tabalong memberikan pernyataan mendalam yang membakar semangat para petani yang hadir. Beliau menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan pembukaan lahan hingga kucuran bantuan ini murni didedikasikan sepenuhnya untuk mengangkat derajat dan kesejahteraan para petani padi.
"Setiap butir padi yang kita tanam hari ini adalah simbol dari kemandirian ekonomi kita. Kegiatan ini sepenuhnya diperuntukkan bagi para petani agar bisa hidup lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya di atas tanahnya sendiri. Pemerintah tidak akan membiarkan petani berjalan sendirian," tegas Bupati Tabalong di hadapan warga masyarakat.
Lebih lanjut, guna membebaskan petani dari jerat permodalan yang mencekik, Bupati juga menyosialisasikan program unggulan daerah berupa fasilitasi permodalan gratis tanpa bunga dengan plafon hingga Rp 50 juta. Program ini dihadirkan sebagai solusi konkret agar kelompok tani memiliki akses keuangan yang sehat dan aman untuk mengembangkan usaha tani mereka tanpa perlu mengkhawatirkan beban bunga.
Melalui perpaduan kucuran dana miliaran rupiah dari Pemerintah Provinsi, perlindungan modal tanpa bunga dari Pemerintah Kabupaten, serta edukasi berkelanjutan dari lembaga mitra seperti Yapeka, para petani kini menapaki babak baru. Sinergi ini diharapkan mampu menyulap para petani menjadi motor penggerak utama dalam mewujudkan Kabupaten Tabalong sebagai lumbung pangan yang tangguh dan surplus beras.