WAYAU(23/07/2026)-Komitmen Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan terus diwujudkan melalui penyaluran bantuan bibit kopi Liberika kepada kelompok tani. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di halaman Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong, Pada Kamis (23/07/2026).
Desa Wayau menjadi salah satu penerima manfaat dalam program tersebut. Sebanyak lima kelompok tani menerima bantuan bibit tanaman kopi Liberika yang akan dikembangkan di lahan seluas 25 hektare. Bantuan ini bersumber dari APBD Kabupaten Tabalong Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya memperkuat komoditas perkebunan yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Tabalong, H. M. Noor Rifani, kepada perwakilan kelompok tani penerima. Turut hadir jajaran DKPPP Kabupaten Tabalong, para kepala desa, penyuluh pertanian, dan perwakilan kelompok tani dari berbagai wilayah.
Kepala Desa Wayau menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Tabalong terhadap pengembangan sektor pertanian di desa. Menurutnya, bantuan tersebut akan menjadi modal penting bagi petani dalam mengembangkan komoditas kopi yang saat ini mulai dibudidayakan secara serius.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabalong, khususnya DKPPP, atas bantuan bibit kopi Liberika ini. Bantuan ini menjadi penyemangat bagi kelompok tani untuk mengembangkan perkebunan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan Desa Wayau. Harapannya, budidaya kopi ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi baru di desa," ujarnya.
Pengembangan kopi di Desa Wayau sendiri telah dipersiapkan sejak beberapa waktu terakhir melalui berbagai kegiatan perencanaan dan pendampingan kepada kelompok tani. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Yayasan Pendidikan Konservasi Alam (YAPEKA) dan PT Bentang Alam Sumatera (PT BAS) dalam bentuk pembinaan teknis dan penguatan kapasitas petani.
Dengan adanya bantuan bibit dari Pemerintah Kabupaten Tabalong, diharapkan pengembangan kopi Liberika di Desa Wayau dapat berjalan optimal. Selain memperluas areal tanam, program ini juga diharapkan mampu menciptakan sentra produksi kopi yang bernilai ekonomi serta menjadi salah satu potensi unggulan sektor perkebunan di Kabupaten Tabalong.