Pertanian, Perikanan dan Peternakan

Sekolah Lapang Agroforestri Kopi Digelar, Petani se-Kalsel Perdalam Teknik Budidaya dan Pengolahan Tanah

Jumat 14 Agustus 2026 · 13 dilihat · 1 bulan yang lalu
Sekolah Lapang Agroforestri Kopi Digelar, Petani se-Kalsel Perdalam Teknik Budidaya dan Pengolahan Tanah

TABALONG (14/08/2026) - Upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi terus dilakukan melalui kegiatan Sekolah Lapang Agroforestri Kopi yang diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 12–13 Agustus 2026, tersebut diikuti para petani kopi dan perwakilan dari berbagai kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan.

Pada hari pertama, kegiatan dilaksanakan di Hotel Aston Tanjung dengan materi pembelajaran dan diskusi seputar pengembangan budidaya kopi. Salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut adalah Muhammad Irfany dari PT Bentang Alam Sumatra (BAS), yang berbagi pengalaman dan pengetahuan mengenai pengelolaan tanaman kopi secara berkelanjutan. Kegiatan turut didampingi Kepala Desa Wayau yang memberikan pengalaman terkait pengembangan pertanian dan pendampingan petani di wilayah Desa Wayau.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti praktik lapangan yang dilaksanakan di Desa Santu'un, Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong. Para petani tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan teknik budidaya kopi, mulai dari pemilihan dan budidaya bibit, teknik penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga pengolahan tanah yang tepat untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan meningkatkan hasil produksi kopi.

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para petani dari berbagai kabupaten aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai budidaya kopi, mulai dari tantangan di lapangan hingga upaya meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen. Melalui metode sekolah lapang, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan kondisi lahan masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Irfany juga mendorong para petani untuk lebih mengoptimalkan penggunaan pupuk organik dalam pengelolaan tanaman kopi. Pemanfaatan pupuk organik dinilai dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi dan kesuburan tanah sekaligus mendukung budidaya pertanian yang lebih berkelanjutan.

Penerapan penggunaan pupuk organik tersebut juga telah dilakukan melalui pendampingan PT BAS bersama Yayasan Pemberdayaan Masyarakat dan Konservasi Alam (Yapeka) kepada para petani di Desa Wayau. Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh praktik yang dapat dikembangkan dan disesuaikan oleh petani kopi di daerah lainnya.

Melalui kegiatan Sekolah Lapang Agroforestri Kopi ini, diharapkan terbangun pengetahuan bersama antarpetani sekaligus mendorong pengembangan komoditas kopi di Kalimantan Selatan agar semakin produktif, berkualitas dan berkelanjutan.