WAYAU (22/07/2026)– Petani di kawasan lahan cetak sawah Baruh Mambari, Desa Wayau, pada hari Selasa, 21 Juli 2026 melaksanakan pengendalian hama ulat gulung dan penggerek batang setelah tanaman padi pascatanam mulai menunjukkan gejala serangan yang dapat menghambat pertumbuhan.
Kegiatan ini melibatkan para pemilik lahan di Baruh Mambari didampingi Hairul Anwar dari BP (Brigade Pangan Food Warriors) serta Muhammad Irfani selaku Fasilitator Yapeka.
Pengendalian dilakukan sebagai langkah cepat untuk mencegah meluasnya serangan hama ulat gulung dan penggerek batang yang berpotensi menurunkan produktivitas tanaman padi. Para petani mengaplikasikan insektisida sesuai dosis yang direkomendasikan dengan arahan dari pembimbing dan penyuluh lapangan.
Muhammad Irfani, Fasilitator Yapeka, mengatakan bahwa pengendalian sejak dini sangat penting agar serangan hama tidak berkembang lebih luas.
"Pengendalian dilakukan sesuai dosis dan petunjuk teknis agar efektif mengatasi hama sekaligus menjaga pertumbuhan tanaman. Semoga tanaman padi dapat kembali tumbuh sehat hingga masa panen," ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, Kolaborasi antara petani, BP (Brigade Pangan Food Warriors), dan Yapeka diharapkan mampu menjaga keberhasilan pengembangan lahan cetak sawah Baruh Mambari serta mendukung peningkatan produksi padi di Desa Wayau.