WAYAU(21/07/2026) – Warga Desa Wayau, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, menggelar musyawarah guna membahas rencana pengembangan budidaya kopi sebagai salah satu komoditas unggulan desa. Kegiatan tersebut mendapat pendampingan dari Yayasan Pengembangan Kesejahteraan Masyarakat (YAPEKA) bersama PT Bentang Alam Sumatera (BAS) sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Musyawarah yang dilaksanakan di salah satu rumah warga ini dihadiri oleh perwakilan YAPEKA, PT Bentang Alam Sumatera (BAS), tokoh masyarakat, serta warga yang berminat mengembangkan budidaya kopi. Dalam pertemuan tersebut, peserta berdiskusi mengenai berbagai aspek penting, mulai dari identifikasi lahan yang sesuai, pemilihan jenis kopi, kebutuhan bibit, teknik penanaman, hingga penyusunan rencana pelaksanaan secara bertahap.
Perwakilan YAPEKA dan PT Bentang Alam Sumatera (BAS) memberikan arahan terkait pentingnya perencanaan yang matang agar budidaya kopi dapat berkembang secara berkelanjutan. Selain itu, masyarakat juga memperoleh penjelasan mengenai peluang ekonomi yang dapat dihasilkan dari komoditas kopi apabila dikelola dengan baik, mulai dari proses budidaya hingga potensi pemasaran hasil panen di masa mendatang.

Selama kegiatan berlangsung, warga tampak antusias menyampaikan berbagai masukan dan pengalaman mengenai kondisi lahan di Desa Wayau. Diskusi berlangsung secara terbuka dengan tujuan menyusun langkah-langkah yang realistis dan sesuai dengan kondisi wilayah, sehingga program penanaman kopi nantinya dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara masyarakat, YAPEKA, dan PT Bentang Alam Sumatera (BAS), diharapkan program ini mampu menjadi awal pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan Desa Wayau. Selain meningkatkan produktivitas lahan, program ini juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat sektor pertanian desa.