Pertanian, Perikanan dan Peternakan

PGPR Jadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan, Tiga Poktan di Wayau Ikuti Pengembangan Pupuk Hayati

Selasa 7 Juli 2026 · 28 dilihat · 3 minggu yang lalu
PGPR Jadi Solusi Pertanian Ramah Lingkungan, Tiga Poktan di Wayau Ikuti Pengembangan Pupuk Hayati

WAYAU, Selasa (7/7/2026) – Tiga kelompok tani di Desa Wayau mengikuti kegiatan pengembangan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) sebagai upaya mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Poktan Ladir Bersatu ini diikuti oleh anggota Poktan Ladir Bersatu, Poktan Fajar Harapan, dan Poktan Sejahtera di bawah pendampingan Yapeka bersama PT Bentang Alam Sumatera (BAS).

PGPR merupakan bakteri baik yang hidup di sekitar akar tanaman dan berfungsi sebagai pupuk hayati. Selain membantu merangsang pertumbuhan tanaman, PGPR juga mampu meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan penyakit yang disebabkan oleh jamur maupun bakteri sehingga dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk dan pestisida kimia.

Perwakilan Yapeka menjelaskan bahwa pengembangan PGPR merupakan salah satu langkah untuk memperkenalkan teknologi hayati yang mudah diterapkan oleh petani. "Kami berharap petani dapat memanfaatkan PGPR secara mandiri sehingga penggunaan bahan kimia dapat dikurangi, biaya produksi menjadi lebih rendah, dan hasil pertanian semakin baik," ujarnya.

Perwakilan PT Bentang Alam Sumatera (BAS) menyampaikan bahwa kolaborasi dengan kelompok tani merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung praktik pertanian berkelanjutan. "Kami ingin petani memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara langsung di lapangan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan," katanya.


Ketua Poktan Ladir Bersatu mengaku kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang sangat bermanfaat bagi para anggota. "Selama ini biaya pembelian pupuk dan bahan kimia cukup besar. Dengan adanya pelatihan PGPR, kami optimistis biaya produksi bisa ditekan tanpa mengurangi produktivitas tanaman," ungkapnya.

Sejumlah anggota kelompok tani juga menyampaikan antusiasmenya mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menilai penggunaan PGPR menjadi solusi yang tidak hanya lebih hemat, tetapi juga lebih aman bagi lingkungan dan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Melalui sinergi antara kelompok tani, Yapeka, dan PT Bentang Alam Sumatera (BAS), pengembangan PGPR diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pertanian yang produktif, berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani di Desa Wayau.