Pendidikan & Kesehatan

Percepatan Penanganan Stunting, Balita Dirujuk Dapatkan PKMK

Kamis 23 Juli 2026 · 8 dilihat · 5 hari yang lalu
Percepatan Penanganan Stunting, Balita Dirujuk Dapatkan PKMK

WAYAU (23/07/2026)- Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tabalong terus diperkuat melalui pelaksanaan program intervensi nutrisi bagi balita yang mengalami masalah pertumbuhan. Salah satu kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Hikun, dengan melibatkan tenaga kesehatan, Orang Tua Asuh (OTA), mahasiswa pendamping, kader kesehatan, serta orang tua balita.

Dalam kegiatan tersebut, balita menjalani pemeriksaan kesehatan, pengukuran status gizi, serta skrining awal sebagai bagian dari proses penentuan kebutuhan Pangan Olahan untuk Kondisi Medis Khusus (PKMK). PKMK merupakan makanan khusus yang diberikan kepada anak dengan kondisi medis tertentu dan hanya dapat diperoleh setelah dilakukan pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak.

Program ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabalong dalam meningkatkan cakupan layanan kesehatan anak sekaligus mempercepat penanganan stunting secara tepat sasaran.

Namun demikian, pelaksanaan program masih menghadapi kendala di lapangan, terutama terkait akses transportasi dan biaya akomodasi keluarga balita menuju rumah sakit rujukan. Kondisi tersebut berpotensi menghambat anak memperoleh pemeriksaan lanjutan dan PKMK sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tabalong meminta dukungan dari pemerintah desa, kelurahan, dan kecamatan agar dapat memfasilitasi proses rujukan hingga tuntas. Bentuk dukungan yang diharapkan meliputi penyediaan transportasi bagi balita menuju rumah sakit, bantuan biaya operasional pengantaran, serta pendampingan oleh kader Posyandu atau kader kesehatan lainnya selama proses pemberian PKMK berlangsung.

Tenaga kesehatan Puskesmas Hikun menjelaskan, pemeriksaan oleh dokter spesialis menjadi tahapan penting untuk menentukan jenis penanganan gizi yang sesuai dengan kondisi masing-masing anak.

"Dengan intervensi yang tepat dan dilakukan sedini mungkin, diharapkan status gizi anak dapat meningkat sehingga risiko stunting dapat ditekan," ujarnya.

Pemerintah juga menegaskan bahwa keberhasilan program penanganan stunting tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi memerlukan kolaborasi seluruh pihak, termasuk pemerintah desa, kader Posyandu, serta keluarga balita. Dukungan tersebut dinilai sangat menentukan agar anak yang membutuhkan PKMK dapat memperoleh layanan secara berkelanjutan hingga kondisi kesehatannya membaik.